Beranda Hijau Hitam Kader HMI Cab.Malang Menolak Hasil KONFERCAB Karena dinilai cacat konstitusi

Kader HMI Cab.Malang Menolak Hasil KONFERCAB Karena dinilai cacat konstitusi

1683
0
BERBAGI

LAPMIJENEPONTO.COM, MALANG-Proses regenerasi kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang dalam Konfrensi Cabang (Konfercab) mendekati babak final. Akan tetapi proses pergantian kepemimpinan pada organisasi tersebut mendapat beberapa prahara di dalam berlangsungnya tahapan Konfercab dengan tindakan kurang sportif yang dilakukan salah seorang calon hingga dalam proses musyawarah yang berlangsung, berakhir dengan kondisi aklamasi yang memenangkan calon atas nama Sutriyadi.

Tentunya kondisi ini menghadirkan kekecewaan bagi anggota lainnya hingga akhirnya terjadi aksi unjuk rasa sampai pada penyegelan Sekeretariat  yang berlangsung malam hari (Senin, 21/05/18) di perempatan Jalan Veteran lalu dilanjutkan kembali di kantor Sekretariat HMI Cabang Malang.

Berdasarkan keterangan Reza Selaku KORLAP melalui WhatsApp menegaskan bahwa kurang sportifnya salah seorang calon Formateur dalam proses Konfercab HMI Cabang Malang hadirkan kekecewaan bagi para kader HMI Cabang Malang.Reza kordinator Lapangan aksi tersebut mengungkapkan pada proses Konfercab yang berlangsung tadi pagi tersebut terjadi perbedaan pendapat tentang pemendingan sidang sedangkan presidium sidang tidak menghiraukan kondisi tersebut hingga akhirnya anggota sidang beserta empat kandidat formateur lainnya meninggalkan ruang sidang dan melakukan walk out (WO). Kondisi WO tersebut dimanfaatkan salah seorang calon untuk langsung melanjutkan sidang hingga akhirnya melakukan aklamasi paparnya.

Atas kondisi demikian Reza menganggap bahwa KONFERCAB Tersebut cacat konstitusi karena ada pemanfaatan situasi & kondisi yang sengaja dimanfaatkan oleh salah satu kandidat untuk meraih pucuk pimpinan di HMI Cabang Malang jadi saya anggap tahapan KONFERCAB berjalan tidak secara konstitusional yang seharusnya ini dijadikan perwujudan kontak sosial, yaitu merupakan perjanjian dari kesepakatan antara peserta forum, Bukan sebaliknya. Tegas Reza.

“Kami menuntut hasil sidang pleno III dan IV dianulir karena dianggap tidak sah secara konstitusional, Harianto selaku ketua umum demisioner yang bertanggung jawab atas jalannya acara menanggapi hal tersebut, dan jika tidak ditanggapi maka pihaknya beserta para pimpinan institusi yang mengikuti proses sidang tersebut tidak mengakui formateur terpilih karena cacat hukum,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here