Beranda Hijau Hitam OPINI : JALAN TERJAL KOHATI HMI CABANG JENEPONTO.(Catatan Menjelang MUNASKO KOHATI PB...

OPINI : JALAN TERJAL KOHATI HMI CABANG JENEPONTO.(Catatan Menjelang MUNASKO KOHATI PB HMI)

391
0
BERBAGI

LAPMIJENEPONTO.COM.KOHATI (Korps HMI-Wati) yang kemudian menjadi wadah khusus perempuan yang ada ditubuh organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) kini semakin tak terlihat eksistensinya di HMI cabang Jeneponto, sepanjang kepengurusan ini kohati seolah-olah hilang dari peredaran, selepas pelantikan dan raker pengurus kohati oleh ketua Umum HMI Cabang Jeneponto, sudah tidak ada lagi kegiatan yang sukses dilakukan, selain kegiatan ceremonial seperti Milad.

Lantas dimanakah KOHATI HMI cabang Jeneponto Hari ini, sempat tersiar kabar bahwa kohati kemudian berbenah dengan mengusun kegiatan LKK Tingkat Nasional yang kemudian sudah dalam tahap pelaksanaan, bahkan sudah 75% persiapan telah dilakukan namun sampai hari ini kegiatan itupun tak kunjung terlaksana bahkan seperti ditelan bumi hilang tak berjejak dan tak berbekas sedikitpun.

Keprihatinan inilah yang membuat kader-kader Kohati Junior (yang katanya kekanak-kanakan) bahkan sangat belia yang mencoba memunculkan kembali semangat kohati yang sudah terkubur begitu dalam mengaduk dinamika KOHATI di HMI cabang jeneponto dengan mengusun tema Pleno sesuai PDK Pasal 13 point B, yang katanya tidak sesuai dengan PDK karena tidak prosedural dan tidak dihadiri oleh Ketua KOHATI dan presediumnya yang memang sebagaimana besar sudah menyatakan bahwa tidak ingin aktif lagi pasca pelantikan dan raker, pertanyaan kemudian akan kita melihat KOHATI terus mati ataupun tidur panjang dalam mimpi indahnya sambil menunggu momentum MUNASKOH sebagai ajang yang paling ditunggu para pengurus KOHATI cabang, sepertinya kohati sudah berubah fungsi dan lupa akan tujuannya,lantas apa bedanya dengan organisasi lain yang hanya dijadikan sebagai organisasi produk Musyawarah (Specialis Pemilihan saja).

Entahlah mungkin PDK sebagai kitab suci para KOHATI yang menjadi rujukan utama dalam menjalankan aturan oraganisasi menjadi begitu sakral dan tak tersentuh sehingga apapun yang dilakukan meskipun organisasi ini sudah vakum masih tetap bersembunyi di balik PDK. Bekunya KOHATI dan agresi yang dibangun oleh para KOHATI Junior dianggap tidak prosedural meskipun niatnya hanya untuk mengaktifkan KOHATI HMI cabang jeneponto yang jika enggang disebut mati maka sebut saja tidur panjang.

Polemik itu kini begitu menghempas kepermukaan setelah kader KOHATI belia kita sebut saja KOHATI Junior itu kemudian mengusun kembali agenda LKK Tingkat Nasional yang kemudian menjadi barang buangan oleh para KOHATI senior yang katanya paling bertanggung jawab atas kepengurusan KOHATI yang hidup segang matipun enggang, sekarang semua telah dipersalahkan polemik ini menjadi terjal seperti terpenjara dalam sebuah dialektika yang tak berujung semua mengklaim kebenaran atas dasar persepsi pribadinya.

Tapi ada yang ALPA dan mungkin menjadi PR kita bersama harusnya organisasi perkaderan jika tidak melakukan perkaderan merupakan hal yang betul-betul sudah parah seperti penyakit cancer yang sudah stadium akhir.

Jika tidak dilakukan pembenahan sesegera mungkin maka yakin penyakit itupun akan mematikan begitulah KOHATI jika perkaderan sebagai ruhnya tidak diaktifkan kembali lambat laung para kader perempuan HMI sudah tidak mengetahui lagi apa itu KOHATI bagaimana sepak terjangnya dan apa yang dilakukan Di dalamnya sebagaimana tertera dalam pasal 3 PDK (tujuan) membina muslimah berkualitas insan cita.

Pertanyaannya siapakah yang yang paling bertanggung jawab di dalamnya, siapakah yang harus dipersalahkan semuanya sudah diumbar kemana-mana ke pelosok-pelosok negeri seolah-olah semua ingin mencuci tangan dan mengatakan saya yang teraniaya saya yang lebih bertanggung jawab. Jika memang benar kita adalah kader yang ingin menyelamatkan organisasi maka harusnya marilah kita semua menyelamatkan KOHATI dan LKK sebagai ajang perkaderan KOHATI, tidak usah berpolemik di luar sana tidak usah saling mengumbar salah dan benci di media media sosial jika ingin membangun jika ingin bertanggung jawab.

Maka mari kita bangun KOHATI kepada wujud yang semestinya agar dia tetap indah dipandang agar tetap mampu diperhitungkan agar tetap mampu membekali kader kader KOHATI dengan IMAN, ILMU dan AMAL. (wallahu A’lam bishawab)

Ahmad Ari Suhud
(KABID PAO HMI Cabang Jeneponto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here